Header Ads

Mentahnik anak, kekhususan rasul atau boleh diqiyaskan kepada orang shaleh

Tanya:
Mentahnik anak khusus untuk rasulullah saja atau bisa diqiyaskan kepada orang-orang yang shaleh?

Jawab:
Oleh Ustadz Askari hafizhahulloh

Mentahnik, telah shahih dari rasulullah shallallahu 'alaihi wa'alaalihi wasallam, dalam banyak riwayat, dalam banyak riwayat. Namun, tahnik tidak khusus untuk rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Namun boleh dilakukan oleh siapa saja, apakah ayahnya, atau ibunya, atau siapa saja dari manusia, tidak terkhusus. Lalu bagaimana? Apakah dianjurkan untuk ditahnik oleh orang-orang yang shaleh? Ini diingkari oleh para ulama. Tidak diperbolehkan. Sebab mereka membawa anak-anak mereka kepada rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam itu tabarruk. Untuk mengambil berkah dari rasulullah 'alaihi shallatu wasallam, mengambil berkah dari rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Adapun selain dari rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam maka tidak diperbolehkan, tidak diperbolehkan. Terlebih disamping itu pula, ketika mereka membawa anaknya kepada seorang yang dianggap shaleh, maka orang yang dianggap shaleh ini merasa dirinya shaleh. Seakan-akan dia dipuji, dan ini tentu hal yang tidak diperbolehkan. Jangan sampai menyebabkan dia lupa diri, menganggap dirinya benar-benar sebagai seorang yang shaleh. Tidak ada yang menjamin kita orang yang shaleh. Beda dengan para sahabat, para sahabat mereka telah mendapatkan jaminan surga. Itupun tidak ada yang mencontoh rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Mereka hanya membawa kepada rasulullah 'alaihi shallatu wasallam. Oleh karena itu, apabila seorang mentahnik, maka orang tuanya yang mentahnik, atau kakaknya, atau ibunya, siapa saja bisa mentahnik.

Download Audio disini
Diberdayakan oleh Blogger.