Ibu terlahir dari keluarga musyrik dan terbiasa melakukan kesyirikan hingga meninggal
Tanya:
Ustadz, ibu saya terlahir dari keluarga musyrik. Sehingga dia sudah terbiasa dengan kemusyrikan karena kebodohannya sampai dia meninggal. Sedangkal akal memberitahukan kepada kita bahwa percuma saja kita mendoakan pada orang yang berbuat syirik.
Jawab:
Oleh Al Ustadz Muhammad As Sewed hafizhahullah
Barakallaahufiikum, bersamaan ketika masih hidup, kita menasehatinya sebisa-bisanya. Ketika sudah meninggal, kalau dia masih shalat, berpuasa, dengan terus berbuat syirik, berarti dia jahil. Dia tidak mengerti bahwa shalat dengan kesyirikan itu bertentangan. Maka tidak mengapa untuk terus mendoakan, mudah-mudahan dimaafkan oleh Allah karena kebodohannya, karena dia tidak mengerti, na'am.
Download Audio disini
Ustadz, ibu saya terlahir dari keluarga musyrik. Sehingga dia sudah terbiasa dengan kemusyrikan karena kebodohannya sampai dia meninggal. Sedangkal akal memberitahukan kepada kita bahwa percuma saja kita mendoakan pada orang yang berbuat syirik.
Jawab:
Oleh Al Ustadz Muhammad As Sewed hafizhahullah
Barakallaahufiikum, bersamaan ketika masih hidup, kita menasehatinya sebisa-bisanya. Ketika sudah meninggal, kalau dia masih shalat, berpuasa, dengan terus berbuat syirik, berarti dia jahil. Dia tidak mengerti bahwa shalat dengan kesyirikan itu bertentangan. Maka tidak mengapa untuk terus mendoakan, mudah-mudahan dimaafkan oleh Allah karena kebodohannya, karena dia tidak mengerti, na'am.
Download Audio disini