Header Ads

Apa yang dimaksud wahabi dan adakah do'a khusus untuk para sahabat

Tanya:
Bismillah, ustadz ~hafizhokallahu~
ada pertanyaan:
1- Orang yang berusaha untuk mengamalkan sunnah rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam sering disebut wahabi, apa yang dimaksud wahabi?
2- Ustadz, apakah ada do'a khusus yang dianjurkan untuk mendo'akan para shahabat?
Mohon penjelasannya ustadz, jazaakallaahu khoiron.

Jawab:
Oleh Al Ustadz Abu Muawiyah Askary hafizhahullah

1- Ini istilah orang-orang yang hendak menjelek-jelekkan orang-orang yang mengikuti sunnah nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Seorang yang berjalan di atas jalan sunnah, berjalan di atas jalan para ulama salaf, biasa mereka menggelari dengan gelar-gelar yang buruk. Ahlul hawa, itu punya kebiasaan, secara umum ahlul ahwa' dari kelompok mana saja, ketika mereka sudah tidak punya hujjah, tidak punya hujjah, maka kebiasaannya memberi gelar-gelar yang buruk kepada ahlul haq, oran yang berjalan di atas kebenaran.

Lalu memuji-muji dirinya, mengangkat-angkat dirinya. Ini kalau seorang sudah tidak punya hujjah. Kamu siapa? Saya begini, begitu, dia sebutkan semua keutamaan-keutamaan yang dia miliki. Lalu dia merendahkan yang lain. Dan dia menolak kebenaran yang datang dari orang lain. Ini kondisi ahlul bathil secara umum. Pada saat mereka telah terputus hujjah, tidak memiliki hujjah, maka seperti ini keadaannya. Membuat gelar-gelar yang tujuannya membuat manusia meninggalkan kebenaran.

Maksudnya mereka wahabi nisbah kepada Muhammad bin Abdul Wahhab At Tamimi An Najdi rahimahullahu ta'ala. Beliau tidak membawa agama baru, seperti yang diyakini sebagian. Beliau tidak membawa syari'at baru. Apa yang beliau sampaikan qolallah qola rasululah, firman Allah, saba rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. Contoh yang paling dekat saja, baca kitab tauhid karya beliau.

Tidak ada isi kecuali qolallah qola rasululah, qolallah qola rasululah. Kalau beliau menyebutkan perkataan ulama, itu hanya sekedar untuk menjelaskan, menerangkan makna dan kandungan yang terdapat di dalam ayat tersebut atau hadits itu. Jadi ma'asyaral ikhwah rahimakumullah, namun mereka ingin menjauhkan kaum muslimin dari sunnah dengan istilah itu wahabi, itu wahabi. Maksudnya pengikut Muhammad bin Abdul Wahhab, bukan pengikut rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Alhamdulillah, ahlus sunnah meyakini Muhammad bin Abdul Wahhab salah seorang diantara manusia biasa, dia bukan seorang rasul. Perkataannya bukan hujjah, namun ketika beliau membawa dalil, maka yang diambil adalah dalilnya, bukan ucapannya. Maka kita memuliakan para ulama, memuliakan Muhammad bin Abdul Wahhab sebagaimana kita memuliakan para ulama yang lain. Kita memuliakan syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah. Kita memuliakan Sufyan Ats Tsauri, kita memuliakan Al Imam Syafi'i, Al Imam Ahmad, Al Imam Malik, Abu Hanifah, rahimahumullahu ta'ala.

Kita memuliakan para sahabat, itulah agama kita, tidak diperbolehkan seorang fanatik kepada seorang. Lalu bagaimana mungkin koq dikatakan wahabi? Bagaimana mungkin dikatakan wahabi dalam keadaan seorang mengikat amalannya kepada sunnah, bukan kepada ucapan Muhammad bin Abdul Wahhab.

2-
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ
"Ya Rabb kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang". (QS. Al-Hasyr (59) : 10)

Atau do'a-do'a yang lainnya, mendo'akan keridhaan Allah subhanahu wata'ala kepada mereka.

Download Audio disini
Diberdayakan oleh Blogger.